Tarian Adat di Sulawesi Tengah

Berbicara mengenai adat dan budaya Sulawesi tentu tidak akan lepas mengenari tarian tradisional. Sebenernya apasih tarian tradisional? Tarian adat tradisional meruapakan sebuah tarian yang pada dasarnya berkembang di suatu daerah tertentu. Tarian ini berpedoman luas dan berpijak pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dianut oleh masyarakat adat tersebut.

Kali ini tarian adat yang akan di angkat dalam artikel ialah tarian adat Sulawesi Tengah. Tarian adat daerah Sulawesi Tengah merupakan bagian yang tentu  tidak terpisahkan dari tarian nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tarian ini membuktikan bahwa Indonesia memang memiliki kekayaan yang melimpah, terutama pada budaya Sulawesi.

Kekayaan khazanah budaya tentu saja tidak bisa dinilai dan dengan materi semata. Budaya seni tari merupakan warisan dari para leluhur terdahulu. Sebagai generasi penerus bangda tentulah harus menjaga dan melestarikan sampai kapan pun. Budaya Sulawesi harus tetap di pertahankan.

Tarian Tradisonal atau tarian adat memiliki pesan moral yang sangat bermakna untuk disampaikan dalam pertunjukan tari. Hal tersebut berbanding lurus dengan tarian adat Sulawesi Tengah ini. Terdapat banyak cerita  dan pesan dibaliknya. Mulai dari cerita tentang kehidupan sosial, kisah asmara di zaman dahulu, atau cerita dan kisah perang yang heroik dengan properti senjata tradisional turut dipertunjukkan. Budaya Sulawesi memang selalu memiliki keunikan dan daya Tarik tersendiri.

Kenali 3 Tarian Adat Sulawesi Yang memiliki Makna yang unik !

TARIAN PAMONTE

Pada deretan pertaman terdapat Tarian Pamonte. Tarian Pamonte sendiri memiliki arti menuai padi. Tari adat Pamonte khas daerah Sulawesi Tengah ini menceritakan kegiatan para petani  saat musim panen padi tiba. Tampak gerakan yang mewakili aktivitas memetik dan menuai padi secara bergotong-royong. Pesta panen ini dikenal dengan adat vunja yang merupakan tradisi masyarakat setempat dalam mensyukuri keberhasilan panen yang diraih bersama. 

Pada tarian ini terlihat jelas proses pengolahan padi  hingga menjadi beras yang siap untuk dimasak. Tarian ini menggambarkan kegiatan mulai dari padi dipetik, menumbuk sampai menapis. Gerakan tari Pamonte mengikuti syair lagu yang dinyanyikan oleh seorang yang ditugaskan.

Selayaknya seorang petani, para penari mengenakan topi caping dalam tariannya. Pakaian tari Pamonte pada umumnya terdiri dari kebaya berwarna Merah yang dihiasi dengan benang emas, serta dilengkapi dengan kerudung warna merah.

TARIAN ADAT BALIORE.

Deretan Kedua ialah Tarian Adat Baliore. Tarian adat Baliore bercerita tentang kelincahan gadis – gadis Sulawesi Tengah yang bergembira saat pesta panen tiba. Memiliki kesamaan dengan Tarian Pamonte.

Namun pada tarian ini gerakan dan hentikan lebih meriah. Terlihat pada saat pertunjukkannya, para gadis penari menari-nari dengan lincahnya. Hentakan ritmis tetabuhan, terutama gendang semakin menambah dinamisnya tarian ini sehingga tarian semakin ramai.

Karena diangkat dari Dangkula, tari ini dikategorikan sebagai tari kreasi.Tari ini merupakan tari kreasi yang diangkat dari Dingkula. Tidak hanya pada gerakan saja, tarian ini juga memiliki keunikan pada pakaian dan aksesoris.

Pakaian penari terdiri dari blus lengan pendek berwarna hijau modifikasi baju poko’ yang dihiasi oleh benang kuning. Pada bagian bawah penari memakai celana yang panjangnya ¾. Dalam bahasa Kaili biasanya disebut  Puruka  Pajana. Celana tersebut berwarna hitam dihiasi benang emas.

Untuk pelapis pinggul digunakan rok pendek. Dalam bahasa Kaili rok pendek disebut  Ro’mbuku. Ro’mbuku berwarna merah dan kuning serta memakai ban pinggang.  Apabila dalam bahasa Kaili bang pinggang disebut Pende, berwarna hitam yang bersulamkan benang emas.

TARI ADAT TOROMPIO

Tari Ketiga cukup berbeda dengan tarian sebelumnya. Tari adat Torompio  memiliki arti sebagai “angin berputar”. Tari ini menggambarkan seorang yang sedang jatuh cinta. Hal ini terlihat pada gerakan tarian yang dinamis dengan gerakan berputar-putar. Inilah alasan mengapa tarian ini disebut juga Tarian Torompio. Dalam pertunjukkan, tarian Torompio sangat ditentukan oleh syair lagu pengiring yang dinyanyikan oleh penari dan pengiring tari.

Cinta yang dimaksud merupakan gelora cinta kasih untuk semua kehidupan, seperti: cinta tanah air, cinta sesama umat, cinta kepada tamu-tamu (menghargai tamu-tamu) dan lain sebagainya. Hanya saja, Pada tarian ini yang lebih menonjol ialah cinta kasih antar sesama remaja atau muda-mudi. Maka dari itulah tarian ini lebih dikenal sebagai tarian muda-mudi. 

Zaman dahulu kala gerakan tarian ini secara spontan dilakukan oleh para remaja dengan jumlah yang tidak terbatas. Tempat yang digunakan merupakan halaman terbuka, seperti halaman rumah atau tempat tertentu yang cukup luas. Para undangan yang hadir dan para penonton muda-mudi berdiri dan membentuk lingkaran, karena tari ini didominasi oleh komposisi lingkaran dan berbaris.

Tarian Adat merupakan sebuah kekayaan yang sangat berharga. Sebagai Bangsa Indonesia, banggalah terhadap kekayaan khazanah budaya. Budaya Sulawesi memiliki kekayaan budaya dengan cerita yang sangat lengkap dan unik. Maka dari itulah, meletarikan sebuah budaya tentu adalah hal yang menyenangkan. Tarian tradisional adalah kebanggaan moral bagi Rakyat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *